Hubungan Morfologi dengan Ilmu Kebahasaan Lain

     A. Hakikat Morfologi.

Bahasa dapat dikaji dalam Ilmu Linguistik, yang memang secara umum dalam Linguistik membahas tentang bahasa dan strukturnya. Jika berbicara mengenai Ilmu Kebahasaan, terdapat struktur intern bahasa dengan berbagai faktor diluar bahasa dalam objek kajiannya, diantara lain ada Mikrolinguistik dan Makrolinguistik.

B. Tataran Linguistik Morfologi.

Di dalam tataran bidang linguistik, morfologi merupakan bagian kedua yang dipelajari setelah mempelajari fonologi. Tataran linguistik pada bidang morfologi terdapat 4 aspek diantaranya:

a) Morfem, ialah satuan gramatikal terkecil yang memiliki makna.

b) Kata, ialah satuan bahasa yang memiliki satu pengertian.

c) Proses Morfemis, ialah proses-proses yang membicarakan kata dalam morfologi. Di dalam proses morfologis terdapat proses Afiksasi (imbuhan), Reduplikasi (pengulangan), Komposisi (penggabungan), Konversi (pembentukan kata menjadi kata lain), Modifikasi Internal (pembentukan kata dengan penambahan unsur), Suplesi (modifikasi internal secara total), Pemendekan (penanggalan bagian-bagian leksem).

d) Morfofonemik, ialah peristiwa berubahnya wujud morfemis dalam suatu morfologis.

C. Hubungan Morfologi dengan Ilmu Kebahasaan Lainnya.

a) Hubungan Morfologi dengan Fonologi

Morfologi bagian dari kajian lingustik Morfologi mempelajari seluk beluk bentuk kata. Sedangkan fonologi Mempelejarai bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya. Bidang morfologi yang kosentrasinya pada tataran struktur internal kata sering memanfaatkan hasil studi fonologi, misalnya ketika menjelaskan morfem dasar {pukul} diucapkan secara bervariasi antara [pukUl] dan [pUkUl] serta diucapkan [pukulan] setelah mendapa­t proses morfologis dengan penambahan morfem sufiks {-an}.

b) Hubungan Morfologi dengan Sintaksis

Morfologi dan sintaksis adalah bidang tataran linguistik yang secara tradisional disebut dengan tata bahasa atau gramatika. Di dalam bidang sintaksis, munculah istilah Morfosintaksis yang merupakan gabungan dari morfologi dan sintaksis.

Sementara sintaksis  menyelidiki struktur satuan bahasa yang lebih besar dari kata, mulai dari frase hingga kalimat. Dengan kata lain, sintaksis merupakan studi gramatikal struktur antarkata, atau tegasnya menyelidiki seluk-beluk frase, klausa, kalimat, dan wacana.

*Struktur antarkata dalam kalimat di atas dibicarakan dalam bidang sintaksis, misalnya:

-frase gadis itu sebagai subjek,

-kata memamerkan sebagai predikat, dan

-frase baju baru sebagai subjek.

c) Hubungan Morfologi dengan Semantik

Morfologi yaitu cabang ilmu bahasa yang membahas tentang kata. Contohnya: 1. Exis Eksis, 2. EXSIS EKSIS. Dari contoh no 2 secara bahasa itu salah, tetapi secara sastranya itu benar. Perbedaan bahasa dengan sastra yaitu, bahasa berdasarkan proses sedangkan sastra berdasarkan historis atau sejarah. Jadi, hubungan semantik dengan morfologi yaitu dimana kata tersebut mempunyai makna tersendiri. Morfologi menyelidiki struktur intern kata. Satuan yang paling kecil yang diselidiki oleh morfologi adalah morfem, sedangkan yang paling besar berupa kata.

d) Hubungan Morfologi dengan Leksikologi

Sama-sama mempelajari arti kata. Perbedaannya ialah bahwa morfologi mempelajari arti yang timbul sebagai akibat peristiwa gramatik (arti gramatik) atau makna, sedangkan Leksikologi mempelajari arti yang lebih kurang tetap terkandung pada kata, atau yang lazim disebut sebagai arti leksikal .
Contoh:
Rumah = Bangunan untuk tempat tinggal
Berumah = ‘Mempunyai rumah’, ‘diam’, ‘tinggal’
E) Hubungan Morfologi dengan Leksikografi

            Leksikografi memperlajari seluk beluk kata, yaitu mempelajari perbendaharaan kata dalam suatu bahasa, mempelajari pemakaian makna kata serta artinya seperti dipakai oleh masyarakat. Leksikografi dan morfologi mempelajari masalah arti, tetapi morfologi mempelajari arti yang timbul sebagai akibat peristiwa gramatik, sedangkan leksikografi mempelajari arti yang terkandung dalam kata, atau disebut arti leksikal.

F) Hubungan Morfologi dan Etimologi           

  Morfologi dan etimologi sama sama menyelidiki seluk beluk bentuk kata. Tetapi morfologi hanya menyelidiki peristiwa peristiwa umum, peristiwa yang berturut-turut terjadi, yang dapat dikatakan merupakan system dalam bahasa. Sedangkan etimologi adalah ilmu yang mempelajari seluk-beluk asal sesuatu kata secara khusus.

Diterbitkan oleh ekanurlaily186011

Semoga menjadi Amal Jariyah dan selalu bermanfaat, Terima kasih sudah mengunjugi Blog ini :)

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai