1.PENGERTIAN MORFOLOGI
Pengertian Morfologi Bahasa Indonesia Ramlan (1978:19) menjelaskan bahwa morfologi ialah bagian dari ilmubahasa yang membicarakan atau yang mempelajari seluk-beluk bentuk kataserta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan kata danarti kata.
2.HAKIKAT MORFOLOGI
Secara etimologi kata morfologi berasal dari kata morf yang berarti “ bentuk “ dan kata logi yang berarti “ ilmu “. Jadi secara harfiah kata morfologi berarti “ ilmu “ mengenai bentuk”’
Didalam kajian linguistik, morfologi berarti “ ilmu mengenai bentuk dan pembentukan kata” sedangkan didalam kajian biologi morfologi berarti berarti “ ilmu mengenai bentuk – bentuk sel – sel tumbuhan atau jasad – jasad hidup.
3. .MACAM-MACAM PROSES MORFOLOGI
Proses morfologi pada dasarnya adalah proses pembentukan kata dari sebuah bentuk dasar melalui pembubuhan afiks ( dalam proses afiksasi ), pengulangan ( reduplikasi ), penggabungan / pemajemukan ( dalam proses komposisi / kombinasi ), pemendekan ( dalam proses abreviasi ). Dan pengubahan status / pengubahan afiks yang membatasi makna gramatikalnya ( dalam proses konversi / derivasi ), kata penghubung intra kalimat dan kata penghubung antar kalimat.
1) Bentuk dasar
Yaitu bentuk yang kepadanya dilakukan proses morfologi. Bentuk dasar itu dapat berupa akar seperti baca, pahat, dan juang pada kata membaca, memahat, dan berjuang.
Dalam proses reduplikasi bentuk dasar dapat berupa akar, seperti akar rumah pada kata rumah – rumah, dan akar marah pada kata marah – marah.
2) Alat pembentukan ( afiksasi, reduplikasi, komposisi / kombinasi, abreviasi, dan konversi / derivasi )
Komponen kedua dalam proses morfologi adalah pembentuk kata. Sejauh ini alat pembentuk dalam proses morfologi adalah :
a. Afiks dalam proses afiksasi
Proses prefiksasi dilakukan oleh prefiks ber-, me-, di-, ter-, ke, dan se-; infiksasi dilakukan oleh infiks -el-, -em-, dan -er-; sufiksasi, dilakukan oleh sufiks –an, -kan, dan –i; sedangkan konfiksasi dilakukan oleh konfiks pe-an, per-an, ke-an, dan ber-an, di-an.
b. Pengulangan dalam proses reduplikasi
Reduplikasi dapat terjadi pada bentuk dasar yang berupa akar, berupa bentuk ber afiks dan berupa bentuk komposisi. Hasil dari proses reduplikasi disebut dengan istilah kata ulang. Secara umum dikenal adanya 3 macam pengulangan, yaitu pengulangan secara utuh, pengulangan dengan pengubahan bunyi vokal maupun konsonan, dan pengulangan sebagian.
c. Penggabungan dalam proses komposisi / kombinasi.
Penggabungan ini merupakan alat yang banyak digunakan dalam pembentukan kata karena banyaknya konsep yang belum ada wadahnya dalam bentuk sebuah kata.
Contoh : segitiga, saputangan, matahari, tepuk tangan, tanggung jawab, air mata.
d. Pendekan atau penyingkatan dalam proses abreviasi.
Proses pembentukan yang keempat adalah abreviasi khusus yang digunakan dalam proses akronimisasi. Disebut abreviasi khusus karena semua abreviasi menghasilkan akronim. Abreviasi dari bentuk Sekolah Menengah Atas menjadi SMA adalah bukan akronim, tetapi hasil dari abreviasi dari Jakarta Bogor Ciawi menjadi Jagorawi adalah akronim.
e. Pengubahan status dalam proses konversi/derivasi.
Koversi atau derivasi lazim juga disebut derivasi zero,transmutasi atau transposisi adalah proses pembentukan kata dari sebuah dasar berkategori tertentu menjadi kata berkategori lain,tanpa mengubah bentuk fisik dari dasar itu.Misalnya, bentuk gunting yang berstatus nomina dalam kalimat “ gunting ini terbuat dari baja “ dapat diubah statusnya menjadi bentuk gunting yang berstatus verba, seperti kalimat “ gunting dulu baik – baik, nanti baru dilem.
f. Kata Penghubung Intrakalimat
adalah kata penghubung intrakalimat, yaitu kata penghubung yang terletak didalam kalimat, baik dalam kalimat tunggal maupun dalam kalimat majemuk. Ada kata penghubung intrakalimat yang harus didahului tanda dan ada pula yang tidak.
1. Kata penghubung intrakalimat yang harus didahului tanda koma, antara lain sebagai berikut.
a. -, tetapi –
b. -, sedangkan –
c. -, melainkan –
d. -, hanya –
e. -, seperti –
Misalnya ; hidup tanpa tujuan yang pasti tidak akan menghasilkan apa – apa, kecuali kekecewaan.4
a. Kata penghubung intrakalimat yang tidak boleh didahului tanda koma, antara lain sebagai berikut :
b. Jika
c. Apabila
d. Agar
e. Supaya
f. Meskipun
g. Walaupun
3) Makna Gramatikal
Makna gramatikal mempunyai hubungan erat dengan komponen makna yang dimiliki oleh bentuk dasar yang terlibat dalam proses pembentukan kata.
Setiap makna gramatikal dari suatu proses morfologi akan menampakkan makna atau bentuk dasarnya.
Contoh:bersdasi makna gramatikalnya memakai dasi,berkuda makna gramatikalnya mengendarai kuda, dan bentuk berdiskusi makna gramatikalnya adalah melakukan diskusi.
4) Hasil proses pembentukan Proses morfologi atau proses pembentukan kata mempunyai dua hasil yaitu bentuk dan makna gramatikal.Bentuk dan makna gramatikal merupakan dua hal yang berkaitan erat, bentuk merupakan wujud fisiknya dan makna gramatikal merupakan isi dari wujud fisik atau bentuk itu.